Saturday, February 1, 2020

Jangan Berhenti, Ayo Bangkit Lagi!




Tulisan ini saya buat hanya untuk memotivasi diri saya sendiri ketika saya merasa gagal dalam semua hal

Sejatinya kehidupan haruslah kita nikmati dengan penuh semangat. Kehidupan memberikan alasan kepada kita untuk berjuang. Dari kehidupanlah kita belajar berbagai hal dengan melihat, mendengar serta mengamati setiap tanda-tanda Tuhan. Begitupun ketika Tuhan-pada akhirnya memaksa kita untuk tersandung beberapa kali dalam sebuah siklus bernama kehidupan.


Memang, kehidupan tidak melulu selaras dengan keinginan. Inginnya kita bahagia, nyatanya berbagai kesedihan yang kerap kali datang. Inginnya kita berhasil, nyatanya berbagai kegagalan yang seringkali menghampiri. Pada masa-masa itu seakan dunia tidak berpihak sebagaimana mestinya. Tidak jarang, kegagalan-kegagalan itu membuat kita ingin berhenti kemudian menyerah karena terlampau lelah.

Tidak jarang, Tuhan pun menempatkan kita dalam situasi sulit sehingga kita harus memilih maju untuk bertahan namun terluka atau mundur untuk berhenti kemudian tertatih. Keduanya memiliki resiko yang harus siap kita terima, karena begitulah hidup. Kehidupan selalu menuntun kita pada berbagai macam pilihan yang beresiko. Berhasil atau gagal itu tergantung bagaimana kita menilainya.

Oleh karena itu, ketika kamu merasa gagal berkali-kali dalam memperjuangkan sesuatu, berhentilah untuk menyerah. Ayo, bangun dan bangkit lagi !



"Bung Haetami Abkar"
[Sekertaris DPK GMNI Manajemen Latansa Mashiro]

Sunday, January 19, 2020

M1R JAKARTA BARAT PEDULI BENCANA ALAM



Cipanas Lebak Banten. 19 Januari 2020.

Banyaknya korban bencana banjir yang belum menerima bantuan, membuat para aktivis Organisasi masyarakat melakukan bakti sosial.

Salah satu organisasi masyarakat yang mengadakan baksos adalah Dewan Pengurus Wilayah M1R Salam Sarane Jakarta Barat (M1R Salam Sarane) Jakarta Barat.

Dibawah kepemimpinan Dhefrony Lamala sebagai ketua DPW M1R Jakarta Barat organisasi yang berazaskan Kekeluargaan dengan semboyan Iris dikuku rasa di daging tersebut memberikan bantuan sosial secara simbolis kepada kepala Desa Haurgajruk Bpk.H Ferry.

Koordinator Baksos, Ria Nirmasari mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan bakti sosial.
“Bakti sosial yang kita lakukan di Desa Haurgajruk Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak Banten  adalah sebagai wujud kepedulian kita terhadap korban bencana banjir. Adapun bantuan yang kita kasih berupa mie instan, baju, beras, dan bahan sembako lainnya". sambung kordinator Baksos.

Pihaknya berharap sumbangan dapat berguna bagi kebutuhan para korban bencana banjir.
“Kami berharap sumbangan kami yang tidak seberapa ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita. tandasnya.

Salah satu warga desa Haurgajruk Bpa Aip yang menerima sumbangan secara langsung mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus M1R Jakarta Barat.

Saya sangat berterima kasih dengan para pengurus M1R salam sarene yang sudah bantu kami disini dan mau datang langsung temui kami." tandasnya.

Sementara kepala Desa Haurgajruk mengatakan bahwa dengan kehadiran saudara-saudara M1R ini saya dan warga saya sangat terbuka menerima kehadiran M1R di Desa kami ini.
Sabungnya kepala desa".

Wednesday, December 25, 2019

JANGAN TAKUT DIBENCI



Untuk sebagian orang ataupun para pembaca, mungkin dibenci adalah sesuatu hal yang membawa kita kearah yang cenderung negatif . Akan tetapi ketahuilah ada hal yang menarik ketika melihat banyak figur-  figur hebat yang membuat perubahan yang substansial, ternyata sangat jarang sekali ada figure yang tidak pernah dibenci oleh orang lain. Hampir semua figur - figur yang membuat perubahan besar di dunia ini mereka pernah dibenci oleh banyak orang saat mencoba untuk melakukan aksi membuat perubahan tersebut, sebut saja Presiden RI Pertama sekaligus Bapak Proklamator kita semua ialah Ir. Soekarno yang lebih akrab disapa Bung Karno yang amat sangat dibenci oleh para kolonialis pada masa penjajahan karena lewat kritikannya lewat tulisan maupun secara lisan hingga beliau mengalami pengasingan bahkan dimasukan kedalam jeruji besi hanya karena mengancam ketenangan kaum kolonialisme pada masa itu, bahkan Nabi Muhammad SAW pun merupakan orang yang sempat dibenci beliau diludahi bahkan dilempari batu oleh warga saat sedang melewati jalanan ketika hendak menyebarkan syiar-syiar islam dan memperbaiki peradaban.

Dari contoh-contoh itu kita bisa tahu bahwa seseorang tidak perlu menjadi jahat dan menyebalkan untuk dibenci oleh orang lain, justru orang yang dibenci adalah orang yang mempertahankan idealisme dan juga prinsip pribadinya ditengah-tengah masyarakat atau kalangan tertentu bahka norganisasi.

Ya, ternyata orang dibenci adalah orang yang berani berbeda ditengah masyarakat atau kelompok yang kebanyakan mempunyai pemikiran dan cara pandang yang sama, memang bukan hanya orang baik saja yang dibenci oleh orang-orang namun orang yang dibenci pun belum tentu orang baik, Tapi seharusnya kita dapat sepakat bahwa sebetulnya orang-orang yang dibenci itu adalah orang yang mempunyai pengaruh besar terhadap orang lain.

Tentu berusaha untuk tidak dibenci adalah hal yang sangat mudah, langkah awalnya yang harus dilakukan adalah jangan pernah terlibat didalam adu argumen, selalu ikuti apa kata orang dan jangan melakukan hal yang berbeda dari kebanyakan orang, itu cukup untuk membuat kita tidak dibenci oleh orang dan kita akan disenangi oleh orang yang ada disekitar kita. Tapi, apakah itu hal yang baik ? ya, mungkin bisa saja itu baik untuk kita, tetapi itupun jika tujuan hidup kita hanya menjadi teman yang baik, menjadi keluarga yang baik dan menjadi orang yang baik dimata orang-orang. Tapi ketika kita berusaha membuat perubahan dan mewujudkan dampak besar maka bermain aman dengan cara membahagiakan semua orang dan menghindari hal yang dibenci adalah bukan hal yang tepat. Mau tidak mau ketika kita ingin menciptakan perubahan yang besar pasti akan ada saja orang yang berbeda pendapat, tersinggung bahkan ada saja orang yang tanpa alasan membenci kita karena suatu hal yang kita lakukan. Maka menjadi yang orang dibenci adalah keniscayaan bagi pemimpin yang berusaha membuat perubahan yang substansial.

Maka penulis berpandangan dibenci orang lain merupakan cara kita juga untuk mengubah paradigma orang lain, manusia lain, kelompok lain agar dapat mengubah pemikirannya menjadi sesuai dengan apa yang kita percayai, mungkin banyak yang mengatakan bahwa dengan menulis postingan di internet, sosmed atau membaca tulisan yang sekarang sedang dibaca ini tidak akan berpengaruh pada pemikiran orang lain, bahkan ada pribahasanya sendiri “haters will be haters and lovers will be lovers” akan tetapi bayangkan jika setelah kita menulis atau membuat sebuah opini kita dapat merubah paradigma seseorang yang membaca dan walaupun tidak merubah paradigma setidaknya kita dapat membuat setiap pembaca mengerti dengan argumentasi yang ingin kita sampaikan meski orang tersebut tidak setuju dengan kita, bahkan akan amat berbangga hati pula jika memang para pembaca mampu menyadari bahkan terbangun kesadaran dirinya dengan membuat perubahan yang afektif dalam kehidupannya, dan itulah hal-hal diluar sana yang mungkin sekarang dibenci oleh sebagian orang. Dan penulis mempunyai pesan untuk kita semua yang ingin membuat perubahan yaitu JANGAN TAKUT DIBENCI.

Oleh : 

Bung Wahyu Fajar
(Wakil Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda DPC GMNI Lebak)

Monday, December 23, 2019

“JAS MERAH” [SI CERDAS YANG MELUPAKAN SEJARAH]



Dari saya mulai mengenal dunia perkuliah pada tahun 2018 saya selalu memperhatikan orang cerdas sekitar saya dan menurut saya banyak orang cerdas di dunia ini, mereka tesebar di berbagai tempat termasuk di lingkungan saya sendiri , menurut saya mereka di lahirkan dengan kemampuan intelektual yang tinggi . mereka selalu di kagumi dan di jungjung tinggi oleh masyarakat setempat karena kecerdasannya .

Namun sayangnya, orang-orang cerdas ini kerap kali tidak mampu melihat dunia secara ke seluruhan mereka di butakan oleh kecerdasan mereka sendiri mereka menjadi sombong dan kehilangan empati,  mereka tidak mampu melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda atau merasakan penderitaan orang lain di sekitarnya .

Dan menurut saya mereka hidup dalam ilusi, bahwa mereka adalah mahluk-mahluk yang unggul . Orang-orang cerdas seringkali tidak kritis mereka mengira pikiran yang muncul di kepala mereka adalah kebenaran  akhirnya mereka kerap sekali melakukan kesalahan yang merusak tanpa mereka sadari , mereka kerap juga bermulut besar dan mereka juga gemar mengumbar harapan-harapan besar yang sayangnya palsu .

Seharusnya kawan-kawan hanya perlu sedikit kritis guna ke palsuan yang di balut dengan kesombongan di dalam diri orang cerdas ini, orang cerdas ini seringkali juga penuh dengan kontradiksi misalnya mengaku membela rakyat ‘'dengan mencuri uang rakyat'' ,mereka juga berbicara soal menyelmatkan alam tapi " dengan terlebih dahulu mersuk alam ".

Itulah orang cerdas yang melupakan sejarah, sejarah iya bersal dari mana sejarah-sejarah dan saya selau berbicara tentang sejarah karena  saya ingin generasi yang akan datang atau generasi penurus untuk menjadikan sejarah sebagai pedoman hidup kalian,, jika perilaku ini masih tetap di budidayakan atau di diamkan suatu negara , bangsa , dunia kita akan hancur dan tidak akan mencapai cita-cita yang Indonesia inginkan maka dari tulisan ini lah saya mengajak kawan kawan kalian selau kritis-kritis dan kritis .

  “ BAGAS PERDINUSA”
[PENGURUS DPK MANAJEMEN LA TANSA]

Friday, December 20, 2019

Hari Lahir " Peristiwa Cinta dan Luka "


Aku merangkai tulisan ini bukan untuk menggurui, akan tetapi tulisanku ini aku tulis untuk memperbaiki diriku sendiri dan kawan kawan yang mrmbacanya.

Hari ini tepatnya dimana hari kelahiranku, perjalanan sangat panjang telah ku lalui pahit manis telah ku jalani, dan peristiwa ini merupakan sejarah bagi hidupku,  sejarah yang selalu ku kenang.

Aku ber ekspetasi akan ada kisah cinta dan kebahagiaan yang akan menghamiri di hari kelahiranku, akan ada sebuah peristiwa yang sangat membuat hati ini berbunga bunga, akan tetapi tuhan berkehendak lain, harapan itu adalah harapan semata, pada realitanya bertolak belaka,  justru yang aku alami adalah kehilangan,  kehilangan sesuatu yang begitu penting dalam hidupku oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak punya nilai kemanusiaan yang menghilangkan sesuatu yang berharga dalam hidupku, sehingga harapan itu menjadi luka.

Semua Peritiwa itu terjadi di kediamanku di rumahku yang ku cinta, di rumah yang menjadi tempatku belajar dan berproses, tempat segala dimana aku menemukan ide dan gagasan untuk melakukan konstruksi bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi. Dari peristiwa ini aku menyadari bahwa sesuatu yang berharga yang kita miliki itu hanyalah titipan dari tuhan, tak elok jika aku tetap bersikeras bahwa semua itu harus kembali kepadaku, ini pula sejarah penting, catatan penting bagi hidupku dan untuk kita semua agar tertanam jiwa progresif dan kemanusiaan yang ter maktub di dalam pancasila point ke 2.

Ini sebuah proses bagiku, ini sebuah pelajaran paling substansial bagi kita semua, karena ketika meneguhkan hati untuk berproses itu tidak mudah, selalu ada rintangan dan cobaan yang harus kita hadapi,  seperti kutipan tokoh filsuf dari yunani Aristoteles " pendidikan  mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis ".

Dari sejarah ini kita harus optimis semua rangkaian cerita pahit itu pasti ada makna tersendiri yang kita tidak ketahui, dan semua pahit yang aku rasakan ini, tak akan membuatku gentar untuk berproses, berjuang, tak akan membuatku patah semangat, dan aku yakini ini menstimulus diriku untuk lebih hebat dari sebelumnya, semoga ini akar dari buah yang kelak nanti akan ku petik.

Ini tulisanku yang ku beri judul hari lahir " Peristiwa cinta dan luka ", dan pesanku untuk diri pribadi dan kawan - kawan, tetaplah militan dalam berpendidikan dan berproses, apapun yang terjadi proses pahit yang di alami harus kita hadapi dan harus kita musnahkan untuk mencapai tujuan dan cita - cita kita bersama.

Bung Sahrul
(Kader DPK Manajemen La Tansa)

HARI IBU MENJADI MOMENTUM PERJUANGAN PEREMPUAN



Penetapan 22 Desember sebagai peringatan Hari Ibu mengacu pada pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I yang dihelat tanggal 22-25 Desember 1928, atau hanya beberapa pekan setelah Kongres Pemuda II ,kongres berawal dari semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Tertular semangat pemuda, kaum perempuan terbakar semangatnya dan menyelenggarakan kongres. Kongres dimaksudkan untuk menggalang persatuan antarorganisasi yang saat itu cenderung bergerak sendiri-sendiri.

Kemudian pada 22 Desember 1953 sekaligus peringatan kongres yang ke-25, Presiden Soekarno melalui Dekrit RI No.316 Tahun 1953 menetapkan setiap 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu.

Peringatan hari ibu bukan soal memberikan penghargaan bagi ibu karena dedikasinya pada keluarga alias peran domestik sebagai pengurus rumah tangga. 

Justru hari ibu diperingati sebagai momentum untuk mengenang dan menghargai semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang dalam pergerakan merebut, menegakkan dan mengisi kemerdekaan.

Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda akan makna Hari Ibu sebagai hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan bangsa. 

GERAKAN perempuan di Indonesia tumbuh pada awal abad 20 ketika sekolah modern didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda, dan organisasi modern didirikan oleh “kaoem bumiputera”. 

Hingga saat ini, hampir satu abad lamanya, perjuangan itu mengalami pasang surut. Bahkan apa yang disebut capaian tentang “Hak Perempuan” saat ini, pada prinsipnya belum dapat menjawab problem penindasan yang dialami kaum perempuan itu sendiri, periodisasi gerakan wanita Indonesia dalam memperjuangkan haknya dan peran untuk bangsa dan negara dalam berbagai peristiwa : 

1. Periode Melek Pengetahuan – Melawan Adat.

Titik awal mengambil tahun 1900-an, sebagai tahun yang ditandai dengan babak baru yang umum disebut kebijakan “etis” kolonial Belanda serta kehadiran gerakan nasionalis terorganisir di Indonesia, yang tidak dapat dipisahkan dari gerakan perempuan. Abad baru tersebut menandai awal nasionalisme Asia .

Kebijakan “etis” Belanda yang terkemuka ialah pembukaan sekolah modern bagi perempuan. Jika kita telisik, pembukaan sekolah perempuan ini berada di kota yang merupakan pusat industrialisasi perkebunan kolonial. Pendiri sekolah perempuan adalah aktivis perempuan dari kalangan priyayi maupun pegawai birokrasi kolonial, namun kemudian mendapat izin dari pemerintahan Belanda untuk menyelenggarakan pendidikan tersebut. 

Mengapa sekolah perempuan dan industrialisasi perkebunan berseiring? Ini ada hubungannya dengan kebutuhan pemerintah kolonial terhadap pekerja kerani (juru catat) di perkebunan atau perkantoran usaha perkebunan. Di samping itu berhubugan pula dengan kebutuhan menyetak “nyonya-nyonya” Boemipoetera seperti “mevrouw-mevrouw” Belanda, yang pandai merajut, menyelenggarakan upacara makan, berdandan modern, bisa baca tulis dan sedikit bahasa Belanda untuk membangun keluarga “boemipoetra kolonial” (holy family). 

Tetapi, pada perkembangannya, setelah melek huruf dan bahasa, para perempuan ini jauh melebihi harapan pemerintah kolonial. 

Mereka menjadi kritis dan melakukan perlawanan pertama terhadap adat kawin-cerai yang merendahkan kedudukan perempuan dalam keluarga. 

Para perempuan ini pun mempunyai pergaulan yang melampaui rumah atau desanya, sehingga berkenalan dengan aktivis laki-laki yang terpelajar, yang juga sedang bergairah melawan penjajah. 

Diskusi yang mengarah pada kesadaran identitas sosial “perempuan” telah berkembang mencapai kesadaran untuk menjadi “perempuan” bangsa yang merdeka (identitas nasional)

2.Periode Melek Nasionalisme – Melawan Kolonialisme/Imperialisme

Meski tidak bermaksud membangun pembatasan secara berangka tahun, periodisasi yang  saya sebut “Melek Nasionalisme” ini mengkristal di kalangan aktivis organisasi perempuan setelah Soempah Pemoeda, 28 Oktober 1928. Pada saat itu, seorang aktivis perempuan, yakni Siti Soendari (seorang wartawan dan pendiri buletin perempuan Swara Pacitan), mendapat kesempatan untuk berpidato di Kongres Soempah Pemoeda tersebut. 

Dua bulan sesudah peristiwa penting ini, organisasi-organisasi perempuan di Hindia Belanda (“Indonesia”) menyelenggarakan Kongres Perempuan I, pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. 

3.Periode Koncowingking – Mengikuti Suami 
periode ini,sebagai periode penghancuran gerakan perempuan Indonesia.

Periode ini membuat gerakan perempuan Indonesia hanya menjadi alat mobilisasi politik rezim militer yang pro-kapitalisme. 

Adat dan paham tua dikembangkan kembali untuk proses penundukan daya kritis organisasi perempuan. 

Sejalan dengan itu, industri majalah perempuan bertumbuhan dan mengusung “citra perempuan ideal modern” yang menerima beban ganda dengan tetap fashionable. Perempuan yang ideal ialah yang berkarier tetapi tidak melupakan peran domestiknya.

Maka, tak ada yang menyadari bahwa tubuh perempuan sejak periode ini telah dijadikan pasar bagi industri kosmetik dan busana; dan juga seksualitas perempuan dijadikan pasar bagi industri alat kontrasepsi. 

Di antara tubuh dan seksualitasnya, tenaga kerja perempuan dieksploitasi sebagai buruh di industri manufaktur, garmen, dan sebagainya. Di sini “negara” hilang sebagai arena pertarungan merebut “hak perempuan”, tetapi sebaliknya “negara” berhasil memanipulasi “hak perempuan” seakan-akan telah meretas batas domestik-publik, namun realitasnya tetaplah koncowingking.

4.Periode Melek Demokrasi Melawan Otoritarianisme Militer

Periodisasi ini kira-kira pada awal dekade 1980-an. Dipengaruhi oleh Dekade Perempuan Internasional 1975-1985 dan situasi nasional yang represif, tumbuhlah organisasi perempuan “baru’ yang berjuang untuk merebut kembali hak perempuannya yang dihancurkan. 

5.Periode 30 Persen Keterwakilan Perempuan(era reformasi)

Setelah penguasa Orde Baru mundur sebagai presiden pada 21 Mei 1998, Kongres Perempuan Indonesia digelar oleh LSM perempuan sejak 14 Desember hingga 22 Desember 1998 di Yogyakarta. 

Salah satu mandat Kongres yang utama ialah memperjuangkan isu Hak Dipilih perempuan dalam parlemen. Sebab realitasnya sejak Indonesia merdeka hingga saat ini, keterwakilan perempuan di parlemen tidak pernah beranjak dari 10 persen.

Selanjutnya, dari pemilu ke pemilu, perjuangan untuk merebut hak dipilih perempuan ini mengemuka. 

Gerakan perempuan mendeklarasikan affirmative action (tindakan khusus sementara) kuota 30 persen untuk memastikan kemajuan perjuangan hak dipilih bagi perempuan. 

Affirmatif action untuk kuota 30 persen keterwakilan perempuan ini pada akhirnya diterima dan dicantumkan ke dalam UU Pemilu –sekalipun masih penuh dengan catatan kelemahan. Begitu pun, di bidang isu hak asasi perempuan juga mengalami pengakuan negara, yakni ketika Komisi Nasional Anti-kekerasan terhadap Perempuan dibentuk atas keputusan Presiden Habibie dan perjuangan perempuan untuk membongkar kekerasan negara mendapatkan aksesnya.

Jadikan hari ibu sebagai momentum mengingat kembali sejarah pergerakan perempuan dan pentingnya peran perempuan dalam kemajuan suatu bangsa dan negara.

"Jangan menuntut perempuan hanya untuk urusan kasur dapur dan sumur,tapi tuntun  perempuan agar lebih cerdas dan memiliki nalar kritis, karena pada dasarnya generasi penerus bangsa lahir dari rahim seorang perempuan.

Sarinah Bella
Kader DPK Setia Budhi Raya

PUISI PEREMPUAN


PEREMPUAN

Perempuan adalah kata yang sering di ucapkan dengan tidak sopan dan dihinakan
Kata yang di baca dengan segala sisi kerendahan nya

Perempuan adalah kata yang di tulis di kertas-kertas tua,
yang di simpan di pojokan perpustakaan kehidupan

Perempuan adalah mata yang di paksa melihat kebawah, tanpa berhak untuk menatap kedepan apalagi menatap kelangit untuk sesekali berdialog dengan tuhannya
tetang perampasan keadilan di muka bumi ini atas nama kelamin

Tapi

Sekali lagi

Tapi !

Perempuan adalah ingatan yang akan terus datang menghampiri di setiap nurani manusia-manusia yang tersusun dari cinta

Ingatan yang membawa kesadaran bahwa perempuan adalah kata yang harus di ucapkan dengan cara sopan dan terhormat

Perempuan adalah kata-kata yang akan tertulis dalam lembaran peradaban kemanusiaan, pemberi kasih di atas nestapa 

Tatapan perempuan adalah tatapan menembus titik yang tidak terlihat dalam kalbu kita

Bangkit !

Bangkit !

Aku katakan bangkitlah
kaum perempuan
raih inti cahaya surya
dan simpan dalam nyawa waktumu

Bangkit !

Bangkit !

Sekali lagi
aku katakan
bangkitlah kaum perempuan

PEREMPUAN ADALAH RAHIM SEMESTA
DAN KEHIDUPAN ADALAH ANAK KANDUNG YANG TERUS MEMBINA KEHIDUPAN-KEHIDUPAN BARU !


(Bung Dhimas)
Sekretaris Umum GMNI Lebak