Friday, December 20, 2019

Hari Lahir " Peristiwa Cinta dan Luka "


Aku merangkai tulisan ini bukan untuk menggurui, akan tetapi tulisanku ini aku tulis untuk memperbaiki diriku sendiri dan kawan kawan yang mrmbacanya.

Hari ini tepatnya dimana hari kelahiranku, perjalanan sangat panjang telah ku lalui pahit manis telah ku jalani, dan peristiwa ini merupakan sejarah bagi hidupku,  sejarah yang selalu ku kenang.

Aku ber ekspetasi akan ada kisah cinta dan kebahagiaan yang akan menghamiri di hari kelahiranku, akan ada sebuah peristiwa yang sangat membuat hati ini berbunga bunga, akan tetapi tuhan berkehendak lain, harapan itu adalah harapan semata, pada realitanya bertolak belaka,  justru yang aku alami adalah kehilangan,  kehilangan sesuatu yang begitu penting dalam hidupku oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak punya nilai kemanusiaan yang menghilangkan sesuatu yang berharga dalam hidupku, sehingga harapan itu menjadi luka.

Semua Peritiwa itu terjadi di kediamanku di rumahku yang ku cinta, di rumah yang menjadi tempatku belajar dan berproses, tempat segala dimana aku menemukan ide dan gagasan untuk melakukan konstruksi bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi. Dari peristiwa ini aku menyadari bahwa sesuatu yang berharga yang kita miliki itu hanyalah titipan dari tuhan, tak elok jika aku tetap bersikeras bahwa semua itu harus kembali kepadaku, ini pula sejarah penting, catatan penting bagi hidupku dan untuk kita semua agar tertanam jiwa progresif dan kemanusiaan yang ter maktub di dalam pancasila point ke 2.

Ini sebuah proses bagiku, ini sebuah pelajaran paling substansial bagi kita semua, karena ketika meneguhkan hati untuk berproses itu tidak mudah, selalu ada rintangan dan cobaan yang harus kita hadapi,  seperti kutipan tokoh filsuf dari yunani Aristoteles " pendidikan  mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis ".

Dari sejarah ini kita harus optimis semua rangkaian cerita pahit itu pasti ada makna tersendiri yang kita tidak ketahui, dan semua pahit yang aku rasakan ini, tak akan membuatku gentar untuk berproses, berjuang, tak akan membuatku patah semangat, dan aku yakini ini menstimulus diriku untuk lebih hebat dari sebelumnya, semoga ini akar dari buah yang kelak nanti akan ku petik.

Ini tulisanku yang ku beri judul hari lahir " Peristiwa cinta dan luka ", dan pesanku untuk diri pribadi dan kawan - kawan, tetaplah militan dalam berpendidikan dan berproses, apapun yang terjadi proses pahit yang di alami harus kita hadapi dan harus kita musnahkan untuk mencapai tujuan dan cita - cita kita bersama.

Bung Sahrul
(Kader DPK Manajemen La Tansa)

No comments:
Write comments