Monday, December 23, 2019

“JAS MERAH” [SI CERDAS YANG MELUPAKAN SEJARAH]



Dari saya mulai mengenal dunia perkuliah pada tahun 2018 saya selalu memperhatikan orang cerdas sekitar saya dan menurut saya banyak orang cerdas di dunia ini, mereka tesebar di berbagai tempat termasuk di lingkungan saya sendiri , menurut saya mereka di lahirkan dengan kemampuan intelektual yang tinggi . mereka selalu di kagumi dan di jungjung tinggi oleh masyarakat setempat karena kecerdasannya .

Namun sayangnya, orang-orang cerdas ini kerap kali tidak mampu melihat dunia secara ke seluruhan mereka di butakan oleh kecerdasan mereka sendiri mereka menjadi sombong dan kehilangan empati,  mereka tidak mampu melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda atau merasakan penderitaan orang lain di sekitarnya .

Dan menurut saya mereka hidup dalam ilusi, bahwa mereka adalah mahluk-mahluk yang unggul . Orang-orang cerdas seringkali tidak kritis mereka mengira pikiran yang muncul di kepala mereka adalah kebenaran  akhirnya mereka kerap sekali melakukan kesalahan yang merusak tanpa mereka sadari , mereka kerap juga bermulut besar dan mereka juga gemar mengumbar harapan-harapan besar yang sayangnya palsu .

Seharusnya kawan-kawan hanya perlu sedikit kritis guna ke palsuan yang di balut dengan kesombongan di dalam diri orang cerdas ini, orang cerdas ini seringkali juga penuh dengan kontradiksi misalnya mengaku membela rakyat ‘'dengan mencuri uang rakyat'' ,mereka juga berbicara soal menyelmatkan alam tapi " dengan terlebih dahulu mersuk alam ".

Itulah orang cerdas yang melupakan sejarah, sejarah iya bersal dari mana sejarah-sejarah dan saya selau berbicara tentang sejarah karena  saya ingin generasi yang akan datang atau generasi penurus untuk menjadikan sejarah sebagai pedoman hidup kalian,, jika perilaku ini masih tetap di budidayakan atau di diamkan suatu negara , bangsa , dunia kita akan hancur dan tidak akan mencapai cita-cita yang Indonesia inginkan maka dari tulisan ini lah saya mengajak kawan kawan kalian selau kritis-kritis dan kritis .

  “ BAGAS PERDINUSA”
[PENGURUS DPK MANAJEMEN LA TANSA]

No comments:
Write comments