Alam sudah mulai kehilangan kelestariannya, hewan-hewan mulai punah. Hal tersebut bendampak negatif bagi makhluk hidup karena keserakahan manusia, moderinisasi, industrialisasi dan eksploitasi alam berupa penembangan liar tanpa reboisasi, penangkapan hewan-hewan langka yang dilindungi, pembuangan limbah berbahaya ke aliran sungai, tambang yang menyisakan lubang yang begitu besar. Menyebabkan banyaknya makhluk hidup yang terkena dampak berupa banjir, longsor, bahkan beresiko kematian bagi semua makhluk hidup yang di sekitarnya.
Dilansir dari https://jurnalintelijen.net/ mengenai data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia memproduksi sampah hingga 65 juta ton pada 2016, dan meningkat menjadi 67 ton pada 2017. Sementara itu, data Pusat Oceanografi LIPI menunjukkan, sekitar 35,15% terumbu karang di Indonesia dalam kondisi tidak baik dan hanya 6,39% dalam kondisi yang sangat baik. Pemanasan global dipicu karena pembakaran batu bara yang mencapai jumlah emisinya per tahun yaitu 9 miliar ton Co2; Adanya konversi lahan dan perusakan hutan dengan jumlah emisi mencapai 2,53 miliar ton Co2e; dan aktivitas dan pemakaian energy, pertanian dan limbah dengan emisi mencapai 451 juta ton Co2. Jika situasi ini terus berlanjut dan tidak segera di tanggulangi secara serius maka masa depan umat manusia di pertaruhkan.
Mengapa demikian?
Karena sumber air akan menjadi kotor dan tidak layak untuk di konsumsi manusia, oksigen akan menipis efek dari industrialisasi yang menghasilkan polusi sehingga manusia akan sulit untuk bernafas, laut tercemar dan ekosistem terganggu akibat limbah dan sampah dari manusia itu sendiri,
situasi ini di perparah oleh moderinisasi yang memisahkan manusia dan alam bahkan memisahkan manusia dari rasa kemanusiaannya.
Di era pasar bebas dan penghambaan terhadap investor melalui regulasi yang di buat oleh pemerintah yang akan berdampak langsung terhadap lingkungan karena bicara investasi maka akan membutuhkan lahan yang begitu luas mengorbankan pohon-pohon bahkan penggusuran rumah-rumah rakyat tertindas .
Lantas kita harus bagaimana ?
Hal yang bisa kita lakukan adalah melawan kebijakan-kebijakan yang merugikan alam dan rakyat kecil. Mulailah tidak membuang sampah sembarangan, tidak menjual tanah sedikitpun untuk kepentingan para pemodal yang mementingkan keuntungan pribadi, tetap jaga keasrian alam yang di wariskan oleh ibu pertiwi karena indonesia adalah surga dunia yang di ciptakan tuhan yang maha esa lagi maha penyayang.
Oleh Bung DK Ilham (Kabid Ideologi dan kaderisasi GMNI DPK Manajamen)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Write comments