Oleh : Sarinah Resti Yuliana
DPK Setia Budhi Raya
Salam pejuang pemikir,pemikir pejuang
MERDEKA!
S
|
yaikh Mustafha Al-Ghalayini, seorang ulama
besar, ahli Bahasa, ahli hukum, wartawan, penceramah dan sekaigus pakar sastra dalam idzatun’Nasyi’in
mengatakan, “Sesungguhnya di tanganmulah (kaum muda) persoalan umat, dan dalam
kebangkitanmulah kehidupan (masa depan) suatu bangsa.” Merupakan sebuah
kutiapan yang harusnya sangat membakar semangat kaum muda, ya semangat kita
kawan!. Pemuda adalah asset bangsa, istilah itu harusnya menjadi optimisme bagi
generasi muda Indonesia dengan demografi jumlah penduduk yang termasuk kategori
pemuda mencapai 42 juta jiwa.
Islam pada 14 abad silam,melalui lisan Nabi
Muhammad Saw telah menegaskan pentingnya peranan kaum muda bagi suatu bangsa.
Beliau begitu cermat dalam melakukan pembinaan kepada kaum muda seperti
Ali,Usamah dan Ibnu Umar. Dan terbukti pada akhirnya orang-orang tersebut
merupakan pemegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan Islam pada
masa berikutnya.
Ya,sekarang kita bukan lagi hidup di masa
Kekhalifahan Rasulullah atau di masa peperangan yang nyata, tapi satu hal yang
harus kita tanamkan, apapun agama yang kita anut, kepercayaan yang kita yakini,
ketika sudah terdengar kata INDONESIA, maka dari situlah timbul sebuah kata
yang sudah tidak asing… Toleransi. Sikap yang yang di butuhkan oleh seluruh
umat pengisi Bumi, ketika mereka mengingikan kedamaian. Banyak yang dengan
mudah mengucap kata toleransi, tapi masih sangat minim tindakan nyata yang di
lakukan untuk merealisasikannya. Tugas
kita? Tak harus dengan hal yang muluk-muluk, lakukan dari hal tekecil yang kita
bisa, dengan tidak mengucilkan kawan kita yang berbeda kepercayaan misalkan?
Itu akan sangat berdampak jika masing-masing dari kita melakukan.
Pemuda, banyak hal yang hadir di benak kita
ketika mendengar kata pemuda. Semangat, Optimis, perjuangan, bahkan Kemerdekaan
adalah contoh nyata yang sampai detik ini kita rasakan dampaknya karena peran
penting para pemuda kala itu.
28 Oktober 1928 ,kita kenal sebagai hari
sumpah pemuda yang merupakan peristiwa bersejarah,
juga disebut sebagai salah satu tonggak bersatunya bangsa Indonesia. Seluruh
elemen pemuda dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul bersama di kongres pemuda, menyatukan hati,
niat, fikiran dan usaha untuk Indonesia.
Dan hasilnya pun masih kita nikmati sampai saat ini, 3 hal penting yaitu :
bertumpah darah satu, tanah air Indonesia; berbangsa satu, bangsa Indonesia ;
dan menjunjung tinggi Bahasa persatuan , Bahasa Indonesia. Pada kongres pemuda
ini pula lagu Indonesia Raya pertama kali di perdengarkan oleh
WR.Supratman melalui gesekan biolanya.
Begitu banyak peran pemuda untuk Indonesia,
sejak zaman Rasulullah,zaman penjajahan, bahkan sampai puncak kemerdekaan
pemuda ikut andil didalamnya. Lantas, apa PR kita sebagai pemuda zaman
milenial,Pemuda zaman now? Menikmati hasil perjuangan pemuda dan para pahlawan
yang gugur sebelum kita,hanya rebahan saja kah? Karena merasa bangsa ini sudah
merdeka? Anda salah besar bung!
Bung karno mengatakan” Perjuanganku lebih
mudah karena melawan penjajah. Tapi
perjuangan kalian akan lebih berat,karena melawan saudara sendiri.” Dulu
kalimat ini mungkin seakan lelucon ,mana mungkin ada yang lebih sulit dari melawan penjajah ? tapi sadar atau tidak, sedikit
demi sedikit perkataan bung karno menjadi
realita. Jika kita telaah apa yang terjadi sekarang, perbedaan pendapat,
perbedaan pilihan politik seakan mengotak-atik persatuan kita. Masa dimana
negara lain sibuk meningkatkan IPTEK dan kemajuan mereka, kita malah dimonopoli
oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, menghilangkan definisi demokrasi
dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Sudah bukan masanya kita saling tikung
antar saudara hanya untuk mendapatkan
yang didambakan , menghilangkan
rasa saling memiliki dan kekeluargaan hanya karena perbedaan pendapat
semua itu hanya akan menjadika Indonesia semakin terbelakang. Pemuda sekarang
melupakan 2 hal penting, membaca dan diskusi.
Padahal 2 hal itu akan menjadi benteng tersendiri bagi dirinya, ketika
akan mengungkapkan argumentasi.
Kemerdekaan melawan penjajah memang telah
usai, namun keadilan belum sepenuhnya
kita miliki. Jika masih ada rintihan di
gubug-gubug si miskin,maka kemerdekaan belum selesai,dan akan terus
menjadi PR bagi kita semua, pemuda Indonesia.
Teruslah
berusaha menjadi pemuda yang diperhitungkan keberadaannya,dengan ilmu
dan aksi nyata diselarasi dengan keimanan.
SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA!
MERDEKA!

No comments:
Write comments