Sunday, November 3, 2019

PENTINGNYA NILAI-NILAI KEISLAMAN DAN NASIONALISME BAGI PEMUDA



Oleh : Sarinah Resti Yuliana
DPK Setia Budhi Raya
Salam pejuang pemikir,pemikir pejuang MERDEKA!

S
yaikh Mustafha Al-Ghalayini, seorang ulama besar, ahli Bahasa, ahli hukum, wartawan, penceramah dan sekaigus  pakar sastra dalam idzatun’Nasyi’in mengatakan, “Sesungguhnya di tanganmulah (kaum muda) persoalan umat, dan dalam kebangkitanmulah kehidupan (masa depan) suatu bangsa.” Merupakan sebuah kutiapan yang harusnya sangat membakar semangat kaum muda, ya semangat kita kawan!. Pemuda adalah asset bangsa, istilah itu harusnya menjadi optimisme bagi generasi muda Indonesia dengan demografi jumlah penduduk yang termasuk kategori pemuda mencapai 42 juta jiwa.
Islam pada 14 abad silam,melalui lisan Nabi Muhammad Saw telah menegaskan pentingnya peranan kaum muda bagi suatu bangsa. Beliau begitu cermat dalam melakukan pembinaan kepada kaum muda seperti Ali,Usamah dan Ibnu Umar. Dan terbukti pada akhirnya orang-orang tersebut merupakan pemegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan Islam pada masa berikutnya.
Ya,sekarang kita bukan lagi hidup di masa Kekhalifahan Rasulullah atau di masa peperangan yang nyata, tapi satu hal yang harus kita tanamkan, apapun agama yang kita anut, kepercayaan yang kita yakini, ketika sudah terdengar kata INDONESIA, maka dari situlah timbul sebuah kata yang sudah tidak asing… Toleransi. Sikap yang yang di butuhkan oleh seluruh umat pengisi Bumi, ketika mereka mengingikan kedamaian. Banyak yang dengan mudah mengucap kata toleransi, tapi masih sangat minim tindakan nyata yang di lakukan untuk  merealisasikannya. Tugas kita? Tak harus dengan hal yang muluk-muluk, lakukan dari hal tekecil yang kita bisa, dengan tidak mengucilkan kawan kita yang berbeda kepercayaan misalkan? Itu akan sangat berdampak jika masing-masing dari kita melakukan.
Pemuda, banyak hal yang hadir di benak kita ketika mendengar kata pemuda. Semangat, Optimis, perjuangan, bahkan Kemerdekaan adalah contoh nyata yang sampai detik ini kita rasakan dampaknya karena peran penting para pemuda kala itu.

28 Oktober 1928 ,kita kenal sebagai hari sumpah pemuda  yang merupakan peristiwa bersejarah, juga disebut sebagai salah satu tonggak bersatunya bangsa Indonesia. Seluruh elemen pemuda dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul  bersama di kongres pemuda, menyatukan hati, niat, fikiran dan  usaha untuk Indonesia. Dan hasilnya pun masih kita nikmati sampai saat ini, 3 hal penting yaitu : bertumpah darah satu, tanah air Indonesia; berbangsa satu, bangsa Indonesia ; dan menjunjung tinggi Bahasa persatuan , Bahasa Indonesia. Pada kongres pemuda ini pula lagu Indonesia Raya pertama kali di perdengarkan oleh WR.Supratman  melalui gesekan biolanya.
Begitu banyak peran pemuda untuk Indonesia, sejak zaman Rasulullah,zaman penjajahan, bahkan sampai puncak kemerdekaan pemuda ikut andil didalamnya. Lantas, apa PR kita sebagai pemuda zaman milenial,Pemuda zaman now? Menikmati hasil perjuangan pemuda dan para pahlawan yang gugur sebelum kita,hanya rebahan saja kah? Karena merasa bangsa ini sudah merdeka? Anda salah besar bung!

Bung karno mengatakan” Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah.  Tapi perjuangan kalian akan lebih berat,karena melawan saudara sendiri.” Dulu kalimat ini mungkin seakan lelucon ,mana mungkin ada yang  lebih sulit dari  melawan penjajah ? tapi sadar atau tidak, sedikit demi sedikit  perkataan bung karno menjadi realita. Jika kita telaah apa yang terjadi sekarang, perbedaan pendapat, perbedaan pilihan politik seakan mengotak-atik persatuan kita. Masa dimana negara lain sibuk meningkatkan IPTEK dan kemajuan mereka, kita malah dimonopoli oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, menghilangkan definisi demokrasi dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Sudah bukan masanya kita saling tikung antar saudara hanya untuk mendapatkan  yang didambakan , menghilangkan  rasa saling memiliki dan kekeluargaan hanya karena perbedaan pendapat semua itu hanya akan menjadika Indonesia semakin terbelakang. Pemuda sekarang melupakan 2 hal penting, membaca dan diskusi.  Padahal 2 hal itu akan menjadi benteng tersendiri bagi dirinya, ketika akan mengungkapkan argumentasi.
Kemerdekaan melawan penjajah memang telah usai, namun keadilan  belum sepenuhnya kita miliki. Jika masih ada rintihan di  gubug-gubug si miskin,maka kemerdekaan belum selesai,dan akan terus menjadi PR bagi kita semua, pemuda Indonesia.
Teruslah  berusaha menjadi pemuda yang diperhitungkan keberadaannya,dengan ilmu dan aksi nyata diselarasi dengan keimanan.


SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA!
MERDEKA!

No comments:
Write comments